Mengulas Berita Secara Cepat & Tepat

Ketua Umum LSM BRANN Mengecam Keras Kasus Keracunan MBG

Jakarta, Ontimenusantara.com-Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa-Siswi didik sekolah dasar salah satu program Aswacita Presiden Prabowo-Gybran menjadi sorotan publik.

Sisi lain hal positif program MBG, menumbuh kembangkan bagi anak didik agar lebih berkualitas secara fisik maupun pola berpikir.

Namun sangat disayangkan dalam kurun waktu beberapa waktu lalu, dugaan bahwa makanan tersebut tidak layak dikonsumsi yang pada akhirnya beberapa siswa mengalami keracunan dan harus dirawat di rumah sakit.

Data terakhir jumlah keracunan siswa yang dapat kami himpun dari berbagai sumber. Sejak program MBG bergulir bulan Januari-September 2025 sebagai berikut : Jawa Barat- 2.012, Jogya-1.047, Jawa Tengah- 722, Bengkulu-539 dan Sulawesi Tengah- 446.

Dengan maraknya keracunan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG ini, ketua Barusan Rakyat Anti Narkotika dan Korupsi atau BRANN, Muhammad Sudirman, mengutuk keras atas kelalaian yang dilakukan Tim MBG, termasuk pengawas Gizi Nasional.

Dalam keterangan, Mohammad Sudirman mengatakan, Program MBG yang seharusnya menambah daya tahan tubuh yang tentunya mengadung nutrisi dan vitamin ini malah sebaliknya.

“Status Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah dan menyerukan tindakan nyata serta transparan. Kami mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap pengelola lalai untuk melindungi kesehatan dan keselamatan jutaan anak didik,”harapnya.

Lebih lanjut Sudirman menegaskan, Berdasarkan UU No. 36/2009 tentang kesehatan, khususnya Pasal 111 jo Pasal 112, pemerintah wajib bertindak tegas dan memastikan pertanggungjawaban penuh bagi pengelola lalai,”ujarnya.

“Kami juga meminta Inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap anggaran dan pengelolaan MBG untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Pemerintah harus mengaktifkan protokol KLB untuk respons cepat, terkoordinasi, dan menyeluruh guna meminimalkan dampak kesehatan dan keselamatan anak didik sebagai prioritas utama,”tegas Sudirman di saung Base camp BRANN. (30/9/25). (Indra).