Ciwidey (10/8) – Sebanyak 673 calon cadet Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang resmi memulai Masa Dasar Pembentukan Karakter(Madatukar) Jalur Mandiri di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter SDM Transportasi (BP3KSDMT), Ciwidey, Bandung, Minggu (10/8). Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan (BPSDMP), Djarot Tri Wardhono saat membuka kegiatan ini menegaskan pentingnya Madatukar sebagai pondasi awal pembentukan perwira transportasi.
“Karakter, disiplin, dan ketangguhan merupakan hal penting bagi para calon perwira transportasi. Untuk itu, melalui Madatukar ini, peserta akan diuji fisik dan mental, baik secara individu maupun tim, guna mengasah kreativitas, kerja sama, dan keterampilan,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Instruksi Menteri Perhubungan Republik Indonesia No. IM.8 Tahun 2024 tentang Reformasi Pola Pengasuhan Peserta Didik di lingkungan perguruan tinggi Kementerian Perhubungan.
“Metode pembinaan pada kegiatan ini dirancang lebih terarah, profesional, dan fokus pada empat kompetensi utama, yaitu manajemen diri (intrapersonal), manajemen hubungan (interpersonal), manajemen organisasi, dan manajemen spiritual,” ungkapnya.
Kegiatan Madatukar diharapkan dapat menjadi fondasi awal yang kuat bagi para calon mahasiswa yang nantinya akan menjadi perwira transportasi, agar kelak mampu membawa perubahan positif, beretika, dan profesional di bidangnya masing-masing.
“Saya berharap kepada seluruh Calon Cadet untuk dapat mengikuti kegiatan madatukar ini dengan sungguh- sungguh dan penuh semangat, sehingga mampu menyerap ilmu yang diberikan dari para pengajar, dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BP3KSDMT, Eko Sudarmanto melaporkan bahwa para calon cadet akan mengikuti kegiatan Madatukar ini selama 7 (tujuh) hari, mulai tanggal 9 sampai 15 Agustus 2025, dengan mendapatkan pembekalan dari fasilitator, pelatih, penceramah, dan praktisi berpengalaman.
“Kami ingin setiap cadet pulang dengan mental juang, karakter tangguh, dan kebanggaan sebagai insan transportasi. Madatukar menjadi titik awal mereka menapaki pendidikan kedinasan,” jelasnya.
(Red*)
