Minahasa Selatan, Ontimenusantara.com-Seragam Putih dan Seragam Navy Blue bukan hanya menjadi kebanggaan personal atau kebanggaan pribadi tetapi harus menjadi bukti dalam diri Pelaut terdapat kekuatan mental yang tangguh, profesionalisme, kompetensi yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Hal ini disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM), Capt. Wisnu Handoko saat memimpin Upacara Wisuda dan Pelepasan Perwira Transportasi lulusan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sulawesi Utara pada Sabtu. (04/10)
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa dunia kerja telah menunggu dengan tantangan yang sangat dinamis berubah dengan cepat dimana situasi global saat ini sangat dipengaruhi oleh geopolitik baik di kawasan regional, Asia, maupun dunia. Dimana perebutan sumber daya alam perebutan dan sumber daya manusia yang kompeten seolah-olah kerapkali terjadi.
“Maknanya bagi kita adalah, Negara Indonesia sebagaimana sudah sering disampaikan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia, harus menjadi negara yang mandiri, mandiri dalam arti kemandirian pangan, mandiri dalam artian industri, mandiri dalam artian pengembangan sumber daya manusia artinya kita tidak bisa tergantung dengan negara lain, kita sendiri mampu mencetak regenerasi pemimpin-pemimpin dunia dan pemimpin-pemimpin regional serta pemimpin nasional khususnya di bidang Transportasi.” Ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, ia menyampaikan bahwa sekolah di bawah naungan Kemenhub dalam mencetak SDM Transportasi, membutuhkan dosen-dosen yang kompeten, dosen-dosen yang terampil yang berpengalaman dan menguasai teknologi pembelajaran.
“Selain itu Sekolah Transportasi juga dituntut untuk memiliki sarana dan prasarana laboratorium simulator yang modern sehingga lulusan-lulusan yang akan dihasilkan setiap tahunnya akan terserap ke dunia industri.” Tambahnya.
Sesuai dengan tema kali ini, yaitu “ Graduation Today, Leadership Tomorrow, Mental Health as the Compass of Maritime ”, Ia menambahkan bahwa para lulusan harus dapat memaknainya dengan baik, dimana Graduation Today menandai keberhasilan para lulusan menyelesaikan pendidikan baik akademik, non akademik, maupun pembentukan karakter.
Leadership Tomorrow merupakan pengingat bahwa para lulusan tidak hanya dituntut menjadi SDM yang terampil, tetapi juga harus menjadi pemimpin yang berintegritas, mampu membawa perubahan, dan siap memimpin dimanapun ditugaskan.
“Dan yang terpenting adalah Mental Health as the Compass of Maritime Excellence , yang berarti bahwa kesehatan mental merupakan penentu arah dalam keberhasilan di dunia pelayaran. Tanpa itu, seorang pelaut akan mudah goyah menghadapi tekanan, dimana kita ketahui bersama bahwa Industri Maritim menuntut Ketangguhan, Konsistensi, dan Kejernihan dalam mengambil keputusan.” Tambahnya.
Upacara Wisuda dan Pelepasan Perwira Transportasi Laut kali ini diikuti sebanyak 329 orang Perwira Pelayaran Niaga lulusan Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, yang terdiri dari lulusan Diploma III Program Studi Nautika, Permesinan Kapal dan Manajemen Transportasi Laut, serta Diklat Pelaut Peningkatan Ahli Nautika dan Ahli Teknika Tingkat II, III, IV dan V.
“Semoga para lulusan menjadi SDM Transportasi Laut yang sukses berkontribusi dalam mendukung kemajuan sektor industri Transportasi Laut baik Pelayaran domestik maupun internasional di masa yang akan datang.” Pungkas Direktur Poltekpel Sulut, Capt. Semuel Palembangan.(Red**).
